KONSEP-KONSEP BIAYA DAN LINGKUNGAN EKONOMI

Tugas softskill untuk no absen 12 – 12,

A. Terminologi Biaya
 Biaya Tetap (Fixed Cost)
 Biaya Variabel (Variable Cost)
 Biaya Inkremental (Incremental Cost)
 Biaya Berulang dan Tidak Berulang
 Biaya langsung, Tidak Langsung dan Overhead.
 Biaya Tunai, Biaya Tunai
 Biaya Hangus
 Biaya Kesempatan
 Biaya Siklus Hidup

B. Lingkup Ekonomi umum

Pengertian Ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.”

Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

Metodologi
Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:

  • Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
  • Jenis-jenis analisis ekonomi.
  • Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
  • Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.


Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat Pilihan
Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalanyang bersifat ekonomi…”Apakah yang diartikan dengan kegiatan ekonomi?”
Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa tersebut.

Masalah Pokok Perekonomian:

Kekurangan atau Masalah kelangkaan
Masalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara  kebutuhan masyarakat dan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.
Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barangyang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan.

Kebutuhan Masyarakat
Yang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimportdari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:
• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.
• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.

Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif. Jenis-jenis Barang

  1. Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia. Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin dan ubi kayu), barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dan barang mewah (contoh: mobil dan emas).
  2.  Berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang-barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil) dan barang publik (contoh: jalan raya, lampu lalu lintas dan mercu suar).

Faktor-faktor produksi
Yang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.
Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:

  1. Tanah dan sumber alam, faktor produsi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.
  2. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja terdidik.
  3. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan.
  4. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Kealian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat

Berikut berbagai macam sistem perekonomian dan penjelasannya.
1.Sistem Perekonomian Kapitalisme, yaitu sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan menjual barang dan sebagainya. Dalam sistem perekonomian kapitalis,semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba yang sebesar besarnya.

2.Sistem Perekonomian Sosialisme,yaitu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, tetapi dngan campur tangan pemerintah.Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3.Sistem Perekonomian komunisme, adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber2x kegiatan perekonomian.Setiap orang tak boleh memiliki kekayaan pribadi..
Sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah.Semua unit bisnis. mulai dari yang kecil hingga yng besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan Pemerataan Ekonomi dan kebersamaan.
4.Sistem Ekonomi Merkantilisme, yaitu suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan memperbanyak aset& modal yang dimiliki negara.

5.Sistem Perekonomian Fasisme, yaitu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain, dengan kata lain, fasisme merupakan sikap rasionalism yang berlebihan.

C. Optimasi Rancangan Yang Digerakkan Biaya

Fungsi permintaan dalam ilmu ekonomi adalah sebuah fungsi yang menunjukan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta oleh masyarakat. “Fungsi Permintaan” berasal dari dua kata, yaitu fungsi dan permintaan. “Fungsi” adalah ketergantungan suatu variabel dengan variabel lainnya. Fungsi secara umum ditulis y = F(x). Secara grafik, digambarkan dengan y = sumbu vertikal, x = sumbu horizontal dan F menyatakan ketergantungan y terhadap x. Sedangkan “permintaan” adalah banyaknya barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam ilmu ekonomi, fungsi permintaan ditulis sebagai p = F(q). Dimana p, garis vertikal, adalah Price (harga barang), dan q, garis horizontal, adalah Quantity of Goods (Banyaknya barang), dan F menyatakan ketergantungan antara harga dengan jumlah barang.

Fungsi permintaan memiliki beberapa sifat khusus, di antaranya:

  • Fungsi permintaan bersifat negatif. Artinya, jika nilai p bertambah, maka nilai q akan berkurang, begitu juga sebaliknya. Hingga suatu saat nilai p akan menyentuh titik tertinggi (harga maksimal), titik q akan menyentuh titik terendah (barang tidak ada), sebaliknya, q akan menjadi barang bebas jika titik p mencapai titik terendahnya (harga 0 atau gratis).

Grafik fungsi linear dan kurva

  • Titik titik pada fungsi permintaan tidak dapat memiliki nilai negatif dan tidak mungkin bernilai tak
    terhingga (~), ini berarti fungsi permintaan selalu terletak di kuadran I.
  • Fungsi permintaan bisa berbentuk linier atau kurva.
  • Fungsi permintaan memiliki fungsi satu-satu, artinya, satu titik p hanya untuk satu titik q, begitu juga sebaliknya. Misalnya, pada tingkat harga (p) Rp. 500,00, jumlah barang (q) yang diminta adalah 5 buah; pada tingkat harga Rp. 100,00 jumlah barang yang diminta naik menjadi 10 buah.

Pendapatan total adalah seluruh pendapatan yang diperoleh dari jumlah barang yang terjual pada saat tingkat harga tertentu. Menghitung pendapatan total dengan mengalikan harga dengan jumlah barang atau jika dibuat ke dalam rumus fungsi:

TR(Q) = P(Q) \times Q

D. Study Ekonomi Masa Kini

Titik Impas (Break Even Point)

Adalah suatu keadaan dimana perusahaan dalam kondisi tidak mendapatkan laba atau menderita kerugian.

Tiga Pendekatan Untuk Menunjukkan Titik Impas, Yaitu :

1.   Pendekatan Persamaan

Rumus :

Penjualan · = Biaya Variabel · + Biaya Tetap + Laba ··

Keterangan :

·    =    Titik Impas.              ··    =   Laba adalah nol.

Contoh :

2.   Pendekatan Grafis

Contoh :

3.   Pendekatan Margin Kontribusi

Rumus :

4.   Pendekatan Grafik

a.   Grafik titik impas pendekatan margin kontribusi.

Contoh :

b.   Grafik titik impas pendekatan rugi – laba.

Contoh :

COST PROFIT VOLUME ANALYSIS

Profit Equation

Operating                Total                       Total

Profit                         Revenue               Cost

p    =    TR       =    C

Where :

TR =    P . x

TC =    V . X + F

P   =    price = harga per unit X

X   =    jumlah / kuantitas output.

F    =    Total Fixed Cost per periode.

V   =    Average Variable Cost.

p    =    Px = [V . X + F

p    =    [P – V] x – F

[P – V] : contribution margin.

Is the amount each unit sold contributes toward :

  1. Povering fixed cost.
  2. Providing operating profit.

Asumsi :

CPV model mengasumsikan bahwa seluruh fixed cost adalah biaya periode dan tidak dialokasikan pada produk.

Kesimpulan :

CPV consistent dengan variable costing tapi tidak dengan full-costing.

Manfaat CPV :

  1. Break Event Point (BEP).
  2. Target Volume.
  3. Solving un-know :
    1. Contribution margin.
    2. Fixed cost.

3.   Cash flow analysis.

4.   Margin of safety.

Contoh :

Begalung Autos adalah dealer mobil Suzuki Karimun. Harga per unit @ 15.000,- (jual). Adapun average variabel cost adalah sebagai berikut :

  • Harga per unit Suziki Karimun           $  12.300
  • Biaya operasi dealer                                      100
  • Komisi penjualan                                           600

Total                                                         $  13.000

Adapun fixed cost per bulan adalah $ 30.000.

I.    Manager mengharapkan BEP pada bulan pertama, maka berapa unit mobil yang terjual?

BEP adalah kondisi dimana p = 0 (nihil).

p    =    (P – V) x – F = 0.

(P – V) x = F.

Rumus untuk mencari unit BEP :

II.   Manager telah mengetahui bahwa BEP adalah 15 unit, sekarang ia menginginkan LABA OPERASI sebesar $ 50.000,- maka berapa unit mobil yang harus terjual untuk memenuhi harapannya?

1.   Hitung contribution margin :

(P – V)      =    15.000 – 13.000

=    $ 2.000

2.   Masukkan pada persamaan berikut :

p    =    50.000

50.000 = 2.000 x – 30.000

III.  Manager menemukan bahwa ia hanya mendapat jatah 30 unit Suzuki Karimun, namun ia masih berharap bahwa ia akan meraih laba operasi sebesar $ 50.000, bagaimana caranya ?

1.   Melalui Contribution Margin

500.000 = (P – V) 30 – 30.000

Kesimpulan :

Sang manager harus meningkatkan contribution margin dari $ 2.000 menjadi $ 2.667,- dengan cara :

  1. Menaikkan harga jual.
  2. Menurunkan variable cost.
  3. Kombinasi keduanya.

2.   Melalui Fixed Cost

50.000 = (15.000 – 13.000 ) 30 – F.

F = $ 10.000

Kesimpulan :

Manager harus mampu menurunkan Fixed Cost dari $ 30.000 menjadi $ 10.000.

Margin Of Safety

The excess of projected or actual sales over the break-even volume.

Margin of             Sales                BEP

Safety             =    Volume            Volume

(Unit)                (Unit)

Misal : apabila penjualan mobil adalah 20 unit, dan BEP 15 unit maka :

Margin of Safety = 20 – 15 = 5 unit.

Kesimpulan :

Penjualan dapat turun maximal 5 unit per periode sebelum terjadi kerugian, apabila ceteris paribus. Apabila manager menghendaki kenaikan laba operasi maka ia dapat menempuh alternatif sebagai berikut :

  1. Menaikkan harga penjualan.
  2. Menurunkan variable cost per unit.
  3. Menurunkan fixed cost.
  4. Menaikkan volume penjualan.

Contribution Margin Ratio

Contribution margin as a percentage of sales revenue”

P   =    price

V   =    variable cost

Manfaat :

  1. BEP dalam satuan moneter ($, Rp, dsb).
  2. Target penjualan.
  3. Target laba.

Contoh Soal :

Lembaga bimbingan belajar “Begalung Jaya” menyelenggarakan bimbingan belajar bagi para lulusan SMU yang ingin mengikuti UMPTN. Apabila : Fixed Cost = Rp. 10.000.000,-

Variabel Cost = Rp. 240.000 / peserta.

Biaya bimbingan = Rp. 1.000.000 / peserta.

Maka :

  1. Tentukan BEP dalam unit.
  2. BEP dalam Rp.
  3. Jumlah peserta apabila manajemen menghendaki laba Rp. 10.000,-

a.   BEP dalam unit :

Kesimpulan :

Apabila manajemen menghendaki BEP maka harus mampu menarik sedikitnya 14 orang peserta.

b.   BEP dalam Rp

p    =    (P – V) x – F = 0

(1.000.000 – 240.000) x – 10.000.000 = 0

760.000 x = 10.000.000

x = 14 unit

p(14)   =    (14 x 1.000.000) – [10.000.000 + (240 x 14).

=    14.000.000 – (10.000.000 + 3.360.000)

=    640.000.

c.   x apabila p = 10.000.000

10.000.000    =    (1.000.000 – 240.000) x – 10.000.000

10.000.000    =    760.000 x – 10.000.000

20.000.000    =    760.000 x

x    »    28 orang

About Herdiaman Saragih

I Am a Global Product

Posted on 14 Desember 2011, in TUGAS SOFT SKILS, Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: