Ekonomi Teknik

Ekonomi teknik adalah suatu ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pengungkapan dan perhitungan nilai-nilai ekonomis yang digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah dalam bidang teknik. Ekonomi teknik juga dapat diartikan sebagai sekumpulan teknik matematika yang menyederhanakan perbandingan ekonomi dalam suatu kasus di bidang teknik.
Ekonomi teknik memuat tentang bagaimana seorang engineering membuat keputusan yang dibatasi oleh beragam permasalahan berdasarkan proses analisa, teknik dan perhitungan ekonomi sehingga menghasilkan sebuah keputusan yang terbaik dari berbagai pilihan alternatif. Dalam mengevaluasi beberapa alternatif yang tersedia, ekonomi teknik biasanya mempertimbangkan nilai uang terhadap waktu, estimasi perndapatan biaya, strategi keuangan, inflasi, depresiasi, pajak, periode perencanaan, tingkan bunga modal, perhitungan nilai,  harga,  dan rate of return.Alasan timbulnya ekonomi teknik diantaranya:
·                      Sumber daya yang terbatas, seperti manusia dan material
·                      Kesempatan yang beragam
·                     Waktu saat menggunakannya. Misal, membuat keputusan investasi modal
Tahapan anilisis ekonomi teknik:
·                      Definisikan masalah dan tujuannya
·                     Mengumpulkan informasi yang relevan terkait kasus yang sedang dipelajari
·                     Memunculkan alternatif-alternatif
·                     Evaluasi masing-masing alternatif
·                     Penentuan alternatif terbaik dengan beberapa kriteria
·                     Menerapkan hasilnya dan memantau kerjanya
Proses Pengambilan Keputusan
1. Mengenali adanya suatu masalah
·                      Masalah harus dimengerti dengan baik dinyatakan secara eksplisit.
·                      Kadang-kadang tidak disadari adanya masalah.
John Dewey seorang filsuf Amerika mengatakan “Suatu masalah yang didefinisikan secara benar adalah masalah yang sebagian telah terselesaikan”. Itu berarti hanya masalah yang telah dikenali dengan benarlah yang berpotensi untuk diselesaikan, tanpa mengenali masalah dengan benar kita akan tersesat sehingga solusi yang tepat tidak akan pernah tercapai. Masalah dapat dikenali oleh berbagai pihak terkait, bisa oleh pemilik masalah sebagai pengambil keputusan, pemecah masalah seperti insinyur atau manajer, atau oleh para operator yang langsung berhubungan dengan hal-hal teknis.
Beberapa masalah berikut cocok diselesaikan dengan analisis ekonomi teknis, identifikasi yang mana saja?
  • Mana yang lebih baik membeli mobil bermesin disel atau bermesin bensin?
  • Haruskah mesin otomatis dibeli untuk menggantikan tiga orang pekerja manual saat ini?
  • Apakah bijak menjadwalkan kelas subuh untuk menhindari kemacetan di pagi hari?
  • Apakah lebih baik anda pindah jurusan ke Teknik Listrik?
  • Seseorang yang akan anda nikahi bekerja dengan gaji yang rendah, sedangkan yang lain adalah profesional bergaji tinggi, mana yang akan anda pilih?
·
2. Mendefinisikan Tujuan
    Karena masalah, menyebabkan tidak tercapainya tujuan yg telah
    ditetapkan.
 Masalah adalah situasi yang menghambat tercapainya suatu tujuan yang telah ditentukan. Di perusahaan masalah utama akan terkait dengan tidak tercapainya profit, dan masalah yang dihadapi para individu umumnya terkait dengan tidak tercapainya kepuasan. Tujuan-tujuan yang bersifat umum diatas seringkali diuraikan menjadi tujuan yang lebih sempit, spesifik, dan kuantitatif. Misalnya “perusahaan harus membuat 1000 unit produk bulan ini” atau “saya harus melunasi cicilan rumah tahun ini”adalah sasaran yang menggambarkan  tujuan.
3. Mengumpulkan data-data yang relevan
Keputusan yang baik adalah keputusan yang dibuat dengan memanfaatkan informasi tepat yang diperoleh dengan menyusun data yang akurat dan relevan. Di jaman informasi seperti sekarang ini, jumlah data sangat melimpah namun sulit dirangkai menjadi informasi yang berarti. Dalam mengembangkan informasi itu analis harus dapat memilih data yang relevan dan menentukan apakah nilainya sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperolehnya. Dalam proses pengambilan keputusan, menyusun data yang relevan adalah salah satu bagian yang paling sulit.
4. Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang dapat dipilih.
    Minimal dua alternatif
    Dua alternatif yang kadang diabaikan:
        • Alternatif untuk tidak melakukan apa-apa (tetap melakukan seperti saat ini, tidak perlu mengeluarkan
          uang untuk menyelesaikan masalah ini)
         • Alternatif untuk memperbaiki dan menggunakan kembali.
Harus diyakini bahwa setiap masalah memiliki lebih dari satu alternatif solusi, yakini juga bahwa jika hanya terdapat satu-satunya solusi maka  itu tidak bisa disebut masalah. Dari sekian banyak cara penyelesaian masalah, hanya ada sebagian alternatif yang layak dipertimbangkan sebagai solusi potensial, namun demikian perlu kehati-hatian untuk tidak menentukan alternatif terbaik pada tahap ini, jika itu terjadi maka solusi yang didapatkan mungkin bukan yang terbaik. Untuk memilih alternatif yang layak dapat dilakukan melalui proses urun rembuk (brainstorming), kemudian dibuat daftar alternatif yang layak dan yang tidak layak beserta dengan alasan-alasannya. Ada beberapa alternatif yang dengan mudah dieliminasi dengan alasan yang jelas seperti ketiadaan material, keterbatasan teknologi, dan keterbatasan waktu.
5. Memilih kriteria untuk menentukan alternatif terbaik
Alternatif terbaik dipilih dengan menilai berdasarkan kriteria tertentu, kata terbaik menunjukan bahwa penilaian pada dasarnya bisa bersifat kualitatif meliputi spektrum paling buruk – buruk – cukup – baik – lebih baik – paling baik, dengan demikian baik buruknya suatu alternatif akan bersifat relatif. Bayangkan jika seorang dinyatakan bersalah oleh hakim dan diberikan alternatif untuk membayar denda satu juta rupiah atau kurungan tiga hari, secara multak tidak ada pilihan yang menarik tapi berdasarkan nilai relatif setiap orang dapat memutuskan mana pilihan yang lebih tidak menarik, pada kasus ini berlaku adagium “make the best of a bad situation” – memilih yang terbaik dari yang terburuk.
Untuk menilai suatu alternatif dapat dilakukan dengan cara yang berbeda, misalnya:
·         Menghasilkan paling sedikit kerusakan ekologi
·         Memperbaiki distribusi kekayaan penduduk
·         Menggunakan uang secara efisiensi ekonomis
·         Minimasi pengeluaran uang
·         Memastikan bahwa yang mendapatkan benefit dari keputusan lebih banyak daripada yang menderita akibat keputusan itu
·         Minimasi waktu pencapaian tujuan
·         Minimasi pengangguran
6. Membangun hubungan antara tujuan, alternatif,data, dan kriteria yang dipilih untuk dijadikan sebuah model.
Pada tahap ini semua elemen yang telah diidentifikasi (yaitu tujuan, data dan informasi, alternatif potensial, dan kriteria) digabungkan. Hubungan dari elemen-elemen itu direpresentasikan menjadi model matematika yang menunjukan hubungan antara variabel.
7. Memperkirakan akibat-akibat yang muncul dari setiap alternatif.
Model yang dibangun tersebut digunakan untuk memprediksi keluaran (outcome) dari setiap alternatif, perlu diingat bahwa setiap alternatif itu bisa menghasilkan keluaran yang beragam, misalnya keluaran untuk alternatif mobil yang akan digunakan untuk mengirimkan barang bisa berupa jumlah bahan bakar, tingkat polutan, kapasitas angkut, atau kecepatan mobil. Tapi guna menghindari komplikasi yang tidak perlu maka pengambiilan keputusan diasumsikan menggunakan keluaran tunggal, dan keluaran-keluaran lain diabaikan.
8. Pemilihan alternatif terbaik untuk mencapai tujuan.
·                     Akibat yang ditimbulkan harus dipertimbangkan.
·                     Memilih yang sesuai dengan kriteria.
Memilih alternatif terbaik berdasarkan kriteria yang ditetapkan, pengambilan keputusan ini harus dilakukan secara hati-hati dan diyakini bahwa solusi terbaik untuk masalah itu telah ditemukan.
9. Post Audit of results
Kombinasi alternatif alternatif
1. Mutually exclusive (eksklusif satu sama lain saling meniadakan).
• > dari satu alternatif yg masing-masing berdiri sendiri
• Analisis ekonomi dilakukan atas masing-masing alternatif
• Keputusan yg diambil adlah memilih alternatif yang paling  menguntungkan dilihat dari tingkat keekonomian
  dan sumber dana.
2. Independent (tidak saling terkait satu sama lain).
• > dari satu alternatif yg masing-masing berdiri sendiri
• Analisis ekonomi dilakukan atas masing-masing alternatif
• Keputusan yang diambil dapat lebih dari satu alternatif tergantung tingkat keekonomian dan sumber dana
  yang  tersedia.
3. Dependent (saling terkait satu sama lain)
• > dari satu alternatif yg saling berkaitan
• Analisis ekonomi dilakukan atas masing-masing  alternatif
• Bila dari hasil analisis salah satu alternatif tidak ekonomis/layak maka alternatif secara keseluruhan
  dibatalkan.
Cash Flow
Cash Flow: tata aliran uang masuk dan keluar per periode waktu
tertentu.
Cash-in, umumnya berasal dari penjualan produk atau manfaat terukur (benefit)
Cash-out, merupakan kumulatif dari biaya-biaya (cost) yang  dikeluarkan.
Cash flow yang dibicarakan dlm ekonomi teknik –> cash flow
investasi yang bersifat estimasi / prediktifkomponen utama cash flow: 
·                     Initial cost (investasi);
·                     Operational cost;
·                     Maintenance cost;
·                     Benefit / manfaat.

TAHAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pengambilan keputusan bukan merupakan suatu kajian sepele yang dapat diabaikan begitu saja. Oleh karena itu ketepatan dalam pengambilan keputusan menjadi suatu keharusan. Namun demikian untuk mencapai hal tersebut bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam merumuskan masalah dalam proses pengambilan keputusan.
Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan (desicion making) adalah melakukan penilaian dan menjatuhkan pilihan. Keputusan ini diambil setelah melalui beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif. Sebelum pilihan dijatuhkan, ada beberapa tahap yang mungkin akan dilalui oleh pembuat keputusan. Tahapan tersebut bisa saja meliputi identifikasi masalah utama, menyusn alternatif yang akan dipilih dan sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.

Secara umum, pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :

1. G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin.
2. Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif.
3. Horold dan Cyril O’Donnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
4. P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.
Pengambilan keputusan sebagai kelanjutan dari cara pemecahan masalah memiliki fungsi sebagai pangkal atau permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah secara individual dan secara kelompok baik secara institusional maupun secara organisasional. Di samping itu, fungsi pengambilan keputusan merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut paut dengan hari depan, masa yang akan datang, dimana efek atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
Terkait dengan fungsi tersebut, maka tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan:
(1) tujuan yang bersifat tunggal. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain dan (2) tujuan yang bersifat ganda. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah, artinya keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang bersifat tidak kontradiktif
Dengan demikian kita dapat menyimpulkan delapan step rational decision
making proses guna mengambil keputusan :
1. Mengenal Permasalahan
2. Definisikan Tujuan
3. Kumpulkan Data yang Relevan
4. Identifikasi alternative yang memungkinkan (feasible)
5. Seleksi kriteria untuk pertimbangan alternatif terbaik
6. Modelkan hubungan antara kriteria, data dan alternatif
7. Prediksi hasil dari semua alternatif
8. Pilih alternatif terbaik
Sebelum mengambil keputusan ada baiknya kita mempelajari prinsip dalam pengambilan keputusan diantaranya
• Gunakan suatu ukuran yang umum (misal, nilai waktu uang, nyatakan segala sesuatu dalam bentuk moneter ($ atau Rp)
• Perhitungkan hanya perbedaannya:
– Sederhanakan alternatif yang dievaluasi dengan mengesampingkan biaya-biaya umum
– Sunk cost (biaya yang telah lewat) dapat diabaikan
• Evaluasi keputusan yang dapat dipisah secara terpisah (misal keputusan finansial dan investasi)
• Ambil sudut pandang sistem (sektor swasta atau sektor publik)
• Gunakan perencanaan ke depan yang umum (bandingkan alternatif dengan bingkai waktu yang sama)
Analisis Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dikarenakan adanya masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Masalah-masalah itu dapat dibagi atas:
1.        Simple Problems, merupakan masalah yang solusinya tidak memerlukan terlalu banyak pertimbangan dan analisis karena masalah itu bukanlah sesuatu yang penting.
2.        Intermediate Problems, merupakan masalah yang solusinya memerlukan pertimbangan dan analisis pada suatu bidang tertentu.
3.        Complex Problems, merupakan masalah yang rumit yang solusinya memerlukan pertimbangan dan analisis pada berbagai bidang ilmu.
Analisis pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan pertimbangan dan pengalaman manajemen. Analisis tersebut dilakukan jika masalah tidak terlalu rumit dan pengambil keputusan memiliki pengalaman akan masalah sejenis.
Analisis kuantitatif lebih bersifat seni dibanding ilmu. Kemampuan melakukan analisis kualitatif melekat pada diri pengambil keputusan dan biasanya meningkat seiring bertambahnya pengalaman. Ketajaman dalam analisis pengambilan keputusan dapat ditingkatkan dengan mempelajari dan memahami berbagai metode analisis kuantitatif lebih dalam.
Secara umum, masalah-masalah yang bisa dipecahkan dengan analisis kuantitatif harus memiliki kriteria sebagai berikut:
1.        Masalah tersebut cukup rumit dan penting serta memiliki alas an yang kuat untuk dianalisis dan dipecahkan.
2.        Tidak bisa dipecahkan secara langsung tanpa melakukan analisis kuantitatif dan mempertimbangkan semua konsekuensi yang mungkin dapat terjadi.
3.        Masalah tersebut memiliki aspek ekonomi yang cukup penting dan pengambil keputusan menghendaki suatu analisis menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Ekonomi teknik (engineering economy) adalah salah satu alat analisis pengambilan keputusan kuantitatif yang menitikberatkan pada aspek ekonomi di bidang teknik. Alat tersebut terdiri dari evaluasi sistematik terhadap manfaat dan biaya usulan-usulan proyek yang melibatkan rancangan dan analisis teknik untuk menentukan apakan proyek yang diusulkan layak dilaksanakan atau tidak.
Masalah-masalah yang dapat dipecahkan dalam ekonomi teknik adalah masalah yang termasuk dalam kategori intermediate problems. Dalam analisis ekonomi teknik, aspek ekonomi merupakan komponen utama dalam pengambilan keputusan, meskipun mungkin saja banyak terdapat aspek lain dalam masalah tersebut sebelumnya.
Proses Pengambilan Keputusan
Untuk melakukan pengambilan keputusan yang rasional, setidaknya harus tercakup langkah-langkah berikut:
1.        Mengenali adanya suatu masalah.
2.        Mendefinisi tujuan
3.        Mengumpulkan data-data yang relevan
4.        Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang dapat dipilih
5.        Memilih kriteria untuk menentukan alternatif terbaik
6.        Membangun hubungan antara tujuan, alternatif, data dan kriteria yang dipilih untuk dijadikan sebuah model
7.        Memperkirakan akibat-akibat yang ditimbulkan dari setiap alternatif
8.        Pemilihan alternatif terbaik untuk mencapai tujuan
Kombinasi Alternatif
1.        Mutually exclusive (bersifat eksklusif satu sama lain). Pada kategori ini hanya dapat dipilih satu alternatif dari sejumlah alternatif yang ada.
2.        Independent (bersifat tidak tergantung satu sama lain). Pada kategori ini pemilihan terhadap suatu alternatif tidak tergantung pada pemilihan alternatif lain. Dimungkinkan untuk tidak memilih alternatif, memilih satu alternatif, memilih beberapa alternatif, atau mungkin semua alternatif.
3.        Contingent (bersifat tidak tergantung satu sama lain). Pada kategori ini, pemilihan terhadap suatu alternatif berdasarkan terpilih atau tidaknya alternatif lain.
Pemecahan Masalah
Pelaksanaan langkah-langkah pengambilan keputusan hingga memilih alternatif terbaik belum mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Untuk melakukan pemecahan masalah, alternatif terbaik yang dipilih haruslah diterapkan dan dilaksanakan.
ANALISIS PRIBADI
HUBUNGAN EKONOMI TEKNIK DENGAN ELEKTRO
Menurut saya pribadi, hubungan ekonomi teknik dengan elektro dapat dikatakan sangat erat. Hampir semua kegiatan yang kita lakukan berhubungan dengan barag-barang elektronika dan setiap hari pun kita melakukan perhitungan terhadap pengeluara yang diakibatkan oleh penggunaan alat elektronika tersebut, sehingga secara tidak langsung kita belajar ekonomi teknik .
KEGUNAAN EKONOMI TEKNIK DALAM BIDANG ELEKTRO
Kegunaan ekotek dalam bidang elektro adalah guna memperhitungkan prospek apa saja yang dapat kita raih kedepannya dengan menggunakan perhitungan dan analisa cash flow sehingga setidaknya kita sudah mengetahui goal apa yang akan kita dapatkan dikemudian hari . Kita dapat mempersiapkan alat dan bahan apa saja yang akan kita gunakan dalam membuat proyek yang berhubungan dengan bidang elektro, sehingga sudah dapat gambaran yang jelas untuk kedepannya .
CONTOH MASALAH

Davi berkeinginan membuat usaha dalam bidang chip. Ia ingin merekrut beberapa rekannya yang paham akan bidang mikrokontroller dan chip. Tidak hanya itu, ia juga berencana mengajak beberapa investor untuk menanamkan modal dalam perusahaan yang akan ia rintis.

Guna meyakinkan para investor nantinya, Davi telah mempersiapkan beberapa konsep cash flow sehingga mereka akan dapat mengetahui berapa kira-kira keutungan yang akan mereka peroleh nantinya.
CASH FLOW

Cash flow dibagi menjadi menjadi dua suku kata, yaitu cash yang artinya uang dan flow yang artinya aliran. Jadi cash flow adalah aliran uang. Berarti cash flow itu aliran uang yang masuk dalam perusahaan dan aliran uang yang keluar dalam suatu perusahaan serta berapa saldo setiap periodenya.

Hal yang harus diperhatikan dalam cash flow adalah memahami fungsi yang dimiliki suatu perusahaan itu, kapan perusahaan menyimpan uangnya dan kapan perusahaan menginvestasikan uangnya untuk menghasilkan keuntungan besar.

A. Fungsi Cash Flow

Fungsi dari cash flow secara umum yaitu melihat aliran uang yang terjadi pada berbagai waktu. Maksudnya uang pada waktu/periode mempunyai nilai yang berbeda.

Contohnya pada periode awal nominal uang kita sebesar Rp. 100000,00. Akan tetapi pada periode kedua dan seterusnya nominal uang kita belum tentu sebesar Rp. 100000,00. Mungkin nominal uang kita naik atau turun seiring bertambahnya waktu. Oleh karena itu cash flow memberikan gambaran nilai uang Rp. 1000000,00 pada periode dan seterusnya, apakah nilai nominalnya naik atau turun seiring bertambahnya waktu.

Cash flow mempunyai 3 fungsi lainnya, yaitu:

• Fungsi likuiditas yaitu dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.
• Fungsi anti inflasi, dana yang disimpan yang bertujuan untuk menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
• Fungsi capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan / perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.

Aliran uang yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:

• Initial Cash Flow (Aliran uang awal) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dan lain-lain. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow).
• Operational Cash Flow (Aliran uang operasional) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh karena itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
• Terminal Cash Flow (Aliran uang akhir) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.

Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan  lain:

• Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
• Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel.
• Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus uang masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget uang misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.

B. Penyusunan Cash Flow

Ada empat langkah dalam penyusunan cash flow, yaitu :
• Menentukan minimum uang. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
• Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
• Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.

F….?

Cara pertama dengan menggunakan notasi perhitungan standar:

F = P (F/P ; i% ; n)
F = $3500 (F/P ; 9% ; 7)

F = P (1+i%)^n
F = $3500 (1+9%)^7
F = $3500 (1+0,09)^7
F = $3500 (1,09)^7
F = $3500 (1,828)
F = $6398

Cara kedua dengan menggunakan tabel suku bunga**:

F = P (F/P ; i% ; n)
F = $3500 (F/P ; 9% ; 7)
F = $3500 (1,828**)
F = $6398

2. Putri adalah pemegang polis asuransi beasiswa. Tiap bulan biayanya sebesar $100 selama 13 tahun. Berapa seharusnya uang yang putri terima jika bunganya sebesar 20% per tahun?

Solusi :

Diketahui : A = $100 x 12 bulan = $1200
i% =20%
n = 13 tahun
ditanya : F…?
Cash flow diagram?

Jawab:

Cash flow diagram:

F….?

Cara pertama dengan menggunakan notasi perhitungan standar:

F = A (F/A ; i% ; n)
F = $1200 (F/A ; 20% ; 13)

F = A [(1+i%)^n -1] / i%
F = $1200 [(1+20%)^13 -1] / 20%
F = $1200 [(1+0,20)^13 -1] / 0,20
F = $1200 [(1,20)^13 -1] / 0,20
F = $1200 [10,699 -1] / 0,20
F = $1200 [9,699] / 0,20
F = $11639,185 / 0,20
F = $58196

Cara kedua dengan menggunakan tabel suku bunga**:

F = A (F/A ; i% ; n)
F = $1200 (F/A ; 20% ; 13)
F = $1200 (48,497**)
F = $58196

3 . Pimpinan perusahaan akan mengganti mesin lama dengan mesin baru karena mesin lama tidak ekonomis lagi, baik secara teknis maupun ekonomis. Untuk mengganti mesin lama dibutuhkan dana investasi sebesar Rp 75.000.000,‐. Mesin baru mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun dengan salvage value berdasarkan pengalaman pada akhir tahun kelima sebesar Rp.15.000.000,‐. Berdasarkan pengalaman pengusaha, cash in flows setiap tahun diperkirakan sebesar Rp 20.000.000,‐ dengan biaya modal 18% per tahun. Apakah penggantian mesin ini layak untuk dilakukan apabila dilihat dari PV dan NPV?
Dalam perhitungan NPV, dapat dilakukan dengan menggunakan rumus dan menggunakan cash flow diagram.
Cara 1 :
PV = 16.949.153 + 14.363.689 + 12.172.617 + 10.315.778 + 8.742.184 +  6.556.638
= 69.100.059
NPV = PV – OO = 69.100.059 – 75.000.000 = – 5.899.941
Cara 2 :
P = -75 + 20 (P/A,18%,5) + 15 (P/F,18%,5)
= -75 + 62,544 + 6,5565
= -5,8995 juta
4 . Buktikan bahwa nilai NPV pada tabel dibawah ini sama dengan jika dihitung dengan cash flow diagram.

Jawab:

P = -20000 + (-15000) (P/F, i, 1) + (-5000) (P/F, i, 2) + (-6000) (P/A, i, 2) (P/F, i, 2) + (-7000) (P/A, i, 2) (P/F, i, 4) + (-8000) (P/F, i, 7) + (-9000) (P/F, i, 8) + (-10000) (P/F, i, 9) + (-11000) (P/F, i, 10)
P = -20000 + (-15000) (0,8475) + (-5000) (0,7182) + (-6000) (1,5656) (0,7182) + (-7000) (1,5656) (0,5158) + (-8000) (0,3139) + (-9000) (0,2660) + (-10000) (0,2255) + (-11000) (0,1911)
P = – Rp. 57.965,03888-
5 .  Berdasarkan hasil penelitian yang digunakan untuuk membangun industri pengolahan pertanian, diketahui:
Dana investasi : Rp 35,000,000,- (dialokasikan selama 2 tahun)
Tahun persiapan Rp 20,000,000,-
Tahun pertama Rp 15,000,000,-
Kegiatan pabrik dimulai setelah tahun kedua dari pengembangan kontruksi
Jumlah biaya operasi dan pemeliharaan berdasarkan rekapitulasi dari berbagai biaya pada tahun kedua sebesar Rp 5,000,000,- /tahun dan untuk tahun-tahun berikutnya seperti pada tabel 1.
Benefit dari kegiatan industri ini adalah jumlah produksi dari pengolahan hasil-hasil pertanian, Kegiatan produksi dimulai pada tahun kedua dengan jumlah penghasilan Rp 10,000,000,- sedangkan pada tahun-tahun berikutnya seperti pada tabel 1, Berdasarkan data diatas, apakah rencana pembukaan industri yang mengolah hasil pertanian tersebut layak untuk dikembangkan bila dilihat dari segi NPV denga diskon factor sebesar 18%?
JAWAB:
Untuk menghitung nialai NPV proyek tersebut digunakan rumus sebagai berikut:
NPV= I (1+i)-n
NPV= 11.115.000
Nilai NPV adalah 11.115.000 dengan nilai NPV ini adalah lebih dari satu, maka gagasan usaha proyek tersebut layak untuk diusahaka
Catatan:
·         Perkiraan cash in flow dan cash out flow yang menyangkut proyeksi harus mendapat perhatian.
·         Perkiraan beefit harus diperhitungkan dengan menggunakan berbagai variabel (perkembangan proyeksi sejenis dimasa yangakan datang, perubahan teknologi, perubahan konsumen).
Karena dapat catatan untuk memperhatikan cash flow-nya maka dihitung mengunakan cash flow diagram
Perhitungan juga dapat dilihat mengunakan perhitungan dalam tabel berikut:
Tabel 1.  Persiapan Perhitungan NPV
Thn
Investasi *
Biaya Operasi *
Total coast *
Benefit *
Net benefit *
D,F * 18%
Present value *
0
20.000
20.000
-20.000
1,0000
-20.000
1
15.500
15.500
-15.500
0,8475
-12.713
2
5.000
5.000
10.000
5.000
0,7182
3.591
3
6.000
6.000
12.000
6.000
0,6086
3.652
4
6.000
6.000
14.000
8.000
0,5158
4.126
5
7.000
7.000
17.000
10.000
0,4371
4.371
6
7.000
7.000
21.000
14.000
0,3704
5.186
7
8.000
8.000
25.000
17.000
0,3139
5.336
8
9.000
9.000
30.000
21.000
0,2660
5.586
9
10.000
10.000
36.000
26.000
0,2255
5.863
10
11.000
11.000
43.000
32.000
0,1911
6.115
NPV
11.115,73
*(dalam Rp,000,-)
Nilai NPV adalah 11.115,73
Nilai NPV > 1, maka gagasan usaha proyek tersebut layak untuk diusahakan.
Maka nilai P bisa dihitung dengan mengunakan rumus pada tabel bunga, sebagai berikut:
P = – 2.000 + (-15.000(P/F.i.n)) + (-5000(P/F.i.n)) + (-6000(P/A.i.n)) (P/F.i.n)
+ (-7000(P/A.i.n)) (P/F.i.n) + (-8000(P/F.i.n)) + (-9000(P/F.i.n))
+ (-10000(P/F.i.n)) + (-11000(P/F.i.n))
Maka dari tabel didapatkan nilai pengeluaranya adalah  sebagai berikut:
P = -58.015.03
Perhitungan NVP  dari cash in flow adalah sebagai berikut:
Dari cash in flow tersebut dapat kita hitung present value proyek tersebut dengan rumus sebagai berikut:
P  = 10.000 (P/F.i.n)) + (12.000 (P/F.i.n)) + (14.000 (P/F.i.n)) + (17.000 (P/F.i.n))
+ (21.000 ( (P/F.i.n)) + ( 25.000(P/F.i.n)) + (30.000 (P/F.i.n))
+ (-36.000 (P/F.i.n)) + (-43.000 (P/F.i.n))
Maka dari tabel diapatkan nilai present value di atas adalah :
P = 69.078.3
Maka NPV      = 69.078.3-58.015.03
= 11.063,27
Dari perhitungan terdapat perbedaan dengan nilai yang dihitung menggunakan rumus bunga. Hal itu disebabkan pada tabel pengeluaran pada tahun ke-3 dan ke-4 tidak dijadikan nilai present terlebih dahulu melainkan langsung diperhitungkan, begitupun pada tahun ke-5 dan ke-6.
P = 10000 (P/F, i, 2) + 12000 (P/F, i, 3)  + 14000 (P/F, i, 4) + 17000 (P/F, i, 5) + 21000 (P/F, i, 6) + 25000 (P/F, i, 7) + 30000 (P/F, i, 8) + 36000 (P/F, i, 9) + 43000 (P/F, i, 10)
P = 10000 (0,7182) + 12000 (0,6086) + 14000 (0,5158) + 17000 (0,4371) + 21000 (0,3704) + 25000 (0,3139) + 30000 (0,2660) + 36000 (0,2255) + 43000 (0,1911)
P=  Rp. 69.078,3
Nilai P keseluruhan = Benefit – Total Cost
                                = 69.078,3 – 57.965,03888
                                =  11.113,26112
Jadi, nilai P keseleruhan adalah Rp. 11.113.261,12,-
Sehingga terbukti perhitungan pada cash flow diagram ± sama dengan NPV pada tabel.
CONTOH LAIN CASH FLOW SEDERHANA ( LAPORAN ARUS KAS )
1.
Berikut ini adalah contoh laporan arus kas yang ada pada suatu perusahaan.
PT ABC
LAPORAN ARUS KAS
Bulan Desember 2011
POS-POS
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (Rugi) Bersih
     24.380.762,00
Penyesuaian-penyesuaian
Cadangan Piutang Tak Tertagih
           799.000,00
Akm. Penyusutan Bangunan
           458.333,00
Akm. Penyusutan Kendaraan
           761.905,00
Akm. Penyusutan Peralatan
           200.000,00
Jumlah Penyesuaian-penyesuaian
        2.219.238,00
Kenaikan dan Penurunan
Piutang Dagang
        8.850.000,00
Piutang Lain-lain
                             –
Persediaan Barang Dagangan
   (20.250.000,00)
Persediaan Suplies Kantor
         (500.000,00)
Sewa dibayar di muka
        1.500.000,00
Asuransi dibayar di muka
           300.000,00
Hutang Dagang
     18.000.000,00
Hutang Lancar Lainnya
   200.000.000,00
Jumlah Kenaikan dan Penurunan
   207.900.000,00
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Tanah
                             –
Bangunan
                             –
Kendaraan
                             –
Peralatan Kantor
     (2.000.000,00)
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi
     (2.000.000,00)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Hutang Jangka Panjang
                             –
Modal Saham
                             –
Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
                             –
Kenaikan/Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas
   232.500.000,00
Kas dan Setara Kas Awal
   319.500.000,00
Kas dan Setara Kas Akhir
   552.000.000,00
2. Berdasarkan kertas kerja Perusahaan ADHI JAYA, Medan dapat disusun laporan arus kas sebagai berikut.
3 .
 Aliran kas yang berasal dari kegiatan operasi :
Penerimaan dari :
 Pendapatan jasa penilaian
 500.000,-
 Diterima dimuka jasa penilaian
 350.000,-
 Pelunasan piutang usaha
 5.200.000,-
 Aliran masuk kas dari operasi
 6.050.000,-
 Pengeluaran untuk :
 Pembayaran dimuka untuk asuransi
 (1.200.000,-)
 Biaya iklan
 (240.000,-)
 Biaya iklan
 (2.500.000,-)
 Biaya habis pakai
 (940.000,-)
 Utilitas-listrik
 (90.000,-)
 Aliran keluar kas untuk kegiatan operasi
(4.970.000,-)
 Aliran kas bersih dari dari kegiatan operasi
 1.080.000,-
 Aliran kas yang berasal dari kagiatan investasi
 Tanah dan gedung
 (10.000.000,-)
 Peralatan kantor
 (5.000.000,-)
 Aliran keluar kas neto untuk kegiatan investasi
(15.000.000,-)
 Aliran kas yang berasal dari kegiatan pendanaan
 Setoran modal
 45.000.000,-
 Dividen
 (600.000,-)
 Aliran masuk kas neto untuk kefiatan pendanaan
 44.400.000,
 Saldo, 30 Juni 2008
 30.480.000,-
4 . Sebelum kita membuat sebuah aspek Permodalan, maka kita harus membuat Sumber Modal. Darimana saja modal yang kita dapatkan untuk membuat sebuah perusahaan. Berapakah modal dari kita sendiri dan kita ingin hutang Bank berapa jumlahnya.
Dari gambar diatas, kita mengetahui bahwa admin memiliki modal sendiri sebesar Rp 35.000.000 dan ingin menambah modal dengan hutang Bank sebesar Rp 15.000.000 dan bunga 1,5 % perbulan serta jangka waktu pengembalian selama 10 bulan. Hal selanjutnya yang harus kita buat adalah kita hitung angsuran + bunga bank selama satu bulan dengan cara :
Pokok Pinjaman (P)                                : Rp 15.000.000
Suku Bunga / tahun (i)                            : 18%
Lama Bulan Kredit (t)                              : 10
Maka perhitungannya,
Cicilan Pokok                        : P / t = Rp 15.000.000 / 10              = Rp 1.500.000
Bunga Kredit  / bulan             : P x i = Rp 15.000.000 x 18% / 12  =  Rp 225.000
Angsuran Perbulan                 : Cicilan Pokok + Bunga Kredit         =  Rp 1.725.000
Setelah kita mengetahui angsuran bank perbulannya, maka sekarang saatnya kita buat proyeksi modal anda. Proyeksi modal ini berisikan Aktiva Tetap, Aktiva Lancar, dan Dana Kas. Karena admin ingin membuat toko perabotan rumah tangga seperti tokonya AlfaMart, maka kita membutuhkan aktiva tetap untuk pembelian peralatan seperti contoh dibawah
Pembelian peralatan telah kita proyeksikan dan telah kita ketahui jumlahnya. Sekarang saatnya bagi kita untuk menyusun Neraca Awal. Neraca Awal ini haruslah imbang, antara jumlah Aktiva dengan jumlah Kewajiban & Modal harus sama.

Neraca Awal dibagi menjadi dua kolom, yaitu kolom Aktiva dan Kolom Kewajiban & Modal. Pada kolom Aktiva, terdiri atas dua jenis yaitu Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap. Aktiva Lancar berisikan barang-barang yang akan habis saat kita melakukan penjualan. Misalkan Barang Dagangan, Peralatan Bantu (Kertas, Lakban, Rafia, Kardus), dan Kas. Kas termasuk dalam aktiva lancar karena kas ini sewaktu-waktu dapat habis apabila kita kekurangan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Sedangkan Aktiva Tetap berisikan peralatan-peralatan yang digunakan saat kita mendirikan perusahaan dan melakukan aktivitas perdagangan. Contohnya Meja, Komputer, AC, dsb.
Bagi anda yang membuat proposal untuk usahanya berupa penjualan produk, maka untuk mempermudah penyusunan cash flow, kita buat buku bantu penjualan. Namun jika produknya berupa jasa, kita tidak perlu menggunakan buku bantu penjualan untuk menghitung cash flow.

Dari buku bantu diatas pertama kita harus menentukan biaya produksi (pembelian barang), persen keuntungan yang ingin kita dapatkan, dan kemudian tentukan harga jualnya. Biaya produksi diatas adalah Rp 50.000 kemudian harga jualnya Rp 75.000 dan persen keuntungannya adalah 50% per produk. Buku bantu penjualan diatas terdiri terdapat kolom Debit (Pembelian barang), Kredit (Penjualan barang), Saldo (Sisa barang), Nilai Saldo (Sisa barang x biaya produksi).
Langkah pertama kita isi debit dan saldo kemudian kalikan dengan biaya produksi untuk mengisi kolom Nilai Saldo. Karena pembukaan toko dimulai awal November, maka baris “Terjual” tak usah diisi dahulu. Pada bulan berikutnya yaitu Desember, kita isi baris “Terjual” berapa unit produk yang terjual dan tentukan sisa barang dibagian saldo. (Ingat, pada bulan ini kita tidak kulakan/debit karena kita telah kulak bulan November). Setelah itu kita tentukan kulak barang/debit pada bulan Januari dan tambahkan sisa saldo pada bulan Desember ke saldo bulan Januari. Tentukan pula barang yang terjual berapa unit (kredit) dan kurangkan saldo setelah kulak dengan kredit. Setelah itu kalikan saldo “Terjual” dengan biaya produksi untuk mengisi kolom Nilai Saldo. Begitu seterusnya…
Selesai membuat buku bantu penjualan, kita teruskan membuat cash flow

About Herdiaman Saragih

I Am a Global Product

Posted on 23 Oktober 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: