Looping Flowchart Catu Daya Digital

Pencatu Daya (Inggris: power supply) adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain, terutama daya listrik. Pada dasarnya pencatu daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa pencatu daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain.

Konsep pembuatan catu daya digital ini adalah memanfaatkan DAC (digital to analog converter) yang telah dikuatkan oleh rangkaian penguat sebagai pengendali tegangan outputnya, dan sebagai feed back nya, penulis menggunakan ADC 10 bit mikro ATMega16 untuk mengukur tegangan outputnya secara pasti. Tegangan output catu daya ini bisa di-set mulai 0 volt sampai 32 volt DC dg arus maksimumnya ±1,5 Amper. Diagram bloknya seperti di bawah ini:

Kita bahas satu-satu,

Sebagai pusat kendali adalah ATMega16. Yang berfungsi memberikan output biner 1 dan 0 sebanyak 16 bit secara paralel ke rangkaian DAC. dan melakukan pembacaan tegangan output akhir dg ADC 10 bit internalnya.  Rangkaian sistem minimumnya seperti ini:

DAC yang digunakan adalah rangkaian R2R ladder yang mengkonversi nilai biner 16 bit ke besaran tegangan analog. Dikatakan R2R ladder karena mirip seperti tangga yang menaikkan tegangan outputnya sebesar Vref/65536 volt setiap penambahan 1 bit pada masukannya. Rangkaian R2R laddernya seperti di bawah ini:

Nilai output tegangan DACnya adalah Z*(Vcc/((2^n)+1))), dengan Z adalah bilangan desimal 16 bit (mulai 0 s/d 65535) Vcc adalah 5 volt, n = jumlah bit, yaitu 16 bit. Shingga output DACnya bisa disederhanakan menjadi DAC out = Z*(5Volt/65536) volt. Nilai z ditentukan dengan memberikan logika 1 atau 0 (5volt atau 0 volt) pada PORTB dan PORTD mikro. Bila PORTB dan PORTD mikro berlogika 1 semua (0Xff) didapatkan:

Z=1*(2^15)+ 1*(2^14)+ 1*(2^13)+………. +1*(2^1)+ 1*(2^0)=65535 maka DAC out nya adalah 65535*(5volt/635536) = 4,9999237060546875 atau mendekati 5 volt (maksimum).

Rangkaian penguat berfungsi mendapatkan tegangan dan arus output yang lebih besar, karena catu daya ini didesain untuk tegangan output maksimum 32 volt.. mengandalkan output tegangan DAC saja tentunya tidak cukup karena maksimumnya hanya 5 volt. Rangkaian penguat ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu penguat tegangan dan penguat arus, Komponen utama penguatnya adalah transistor.

Sebagai penguat tegangan, digunakan transistor BC547 dan BC557 yg memiliki gain cukup besar. Besarnya gain (penguatan) tegangan di atas ditentukan oleh R2 dan R3 sebesar (R2+R3)/R3 atau sekitar 7,8 kali tegangan DAC. Untuk pnguat arusnya digunakan rangkaian darlington kombinasi TIP122 dan jengkol 2N3055 sehingga drop tegangan output anggaplah sekitar 0,7×2 volt = 1,4 volt (drop tegangan basis-emitor ). Anggaplah tegangan DAC maksimum adalah 5 volt, maka output penguatnya adalah (5×7,8)-1,4 volt = sekitar 37,6 volt. Tapi hal ini tidak mungkin terjadi karena maksimum tegangn input DC yang digunakan adalah 35 volt. Sehingga maksimum teg. Outputnya  ya  sekitar 35 volt – 1,4 volt = 33,6 volt saja. Dari sini rangkaian di atas sudah cukup bila digunakan untuk mendesain catu daya tegangan output dari 0 s/d 32 volt.

R4 dan R5 di atas berfungsi sebagai rangkaian pembagi tegangan agar tegangan output nya dpat dibaca oleh mikro. Tegangan output catu daya maksimum adlah 32 volt. Bila langsung dibaca oleh mikro.. bisa bisa pin mikronya langsung meleduk (kobong):D, untuk itu diperlukan rangkaian penurun tegangan seperti di atas.  Tegangan drop pada pin “teg.” Adalah Vout x R5/(R4+R5) atau 32 volt x 150k / 1150k atau sekitar 4,17 volt. Nilai inilah yang maksimum terbaca oleh ADC sehingga mikro masih aman.. R4 dan R5 sengaja dibuat besar agar tidak terjadi drop arus pada beban outputnya . Sedangkan R Shunt di atast fungsinya untuk sensitivitas pengukuran arus beban pada output. R shunt dibuat sekecil mungkin agar tidak terjadi drop tegangan dan arus yang terlalu besar pd output. TRUS Bagaimana kita tahu arus pada beban..?  caranya adalah dg mengukur tegangan pada R shunt melalui ADC mikro dan membaginya dengan nilai R shunt.. misal, diketahui R shunt adalah 0.2 ohm dan tegangan pada pin “arus” yang yg terbaca mikro adalah 100 mVolt, maka Arusnya sekitar 100 mVolt/0.2 ohm = 500 mA.

ADC seperti telah di jelaskan di atas. Terdpt dua channel ADC yang digunakan , yaitu channel 0 (PORTA.0) dan channel 1 (PORTA.1). channel 0 untuk mengukur tegangan output sedangkan channel 1 untuk arusnya. ADC yang digunakan 10 bit sehingga resolusi tegangan output yang bisa diukur adalah Vcc/1024, yaitu sekitar 4,88 mV. Nilai tegangan dan arus yang terbaca ini kemudian digunakan sebagai masukan kendali DAC oleh mikro ATMega16, bila tegangan output kurang dari set point, maka mikro harus menambah nilai DAC nya untuk menambah tegangan dan sebaliknya. Sehingga didapatkan tegangan output yang fix sesuai set point yang diatur pada program.

Rangkaian keseluruhan sistem seperti dibawah, , (klik untuk memperbesar)

setelah merancang hardware, saatnya membuat software/algoritma pengendalian tegangan dan arusnya.. secara umum algoritma untuk regulasi tegangan adalah dengan membaca tegangan dari sambungan “teg.” melalui ADC pada PINA.0. tegangan tersebut dikalikan dg suatu konstanta untuk kalibrasi dg tegangan output sebenarnya. Bila tegangan kurang dari tegangan set point-20 mV maka tegangan output DAC ditambah terus, sebaliknya bila tegangan output catu daya lebih dari set point+20 mV maka tegangan output DAC dikurangi. 20 mV adalah toleransi setpoint tegangan output. Untuk regulasi arus pada sumber arus prinsipnya sama, dg membaca tegangan R shunt pada ADC PINA.1 dan membaginya dengan 0.2 ohm (hambatan R shunt/lihat rangkaian di atas). lebih jelasnya, flow chart sistem umumnya seperti ini :

nah ini  source code lengkapnya, dalam bahasa c dg compiler CodevisionAVR :

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
231
232
233
234
235
236
237
238
239
240
241
242
243
244
245
246
247
248
249
250
251
252
253
254
255
256
257
258
259
260
261
262
263
264
265
266
267
268
269
270
271
272
273
274
275
276
277
278
279
280
281
282
283
284
285
286
287
288
289
290
291
292
293
294
295
296
297
298
299
300
301
302
303
304
305
306
307
308
309
310
311
312
313
314
315
316
317
318
319
320
321
322
323
324
325
326
327
328
329
330
331
332
333
334
335
336
337
338
339
340
341
342
343
344
345
346
347
348
349
350
351
352
353
354
355
356
357
358
359
360
361
362
363
364
365
366
367
368
369
370
371
372
373
374
375
376
377
378
379
380
381
382
383
384
385
386
387
388
389
390
391
392
393
394
395
396
397
398
399
400
401
402
403
404
405
406
407
408
409
410
411
412
413
414
415
416
417
418
419
420
421
422
423
424
425
426
427
428
429
430
431
432
433
434
435
436
437
438
439
440
441
442
443
444
445
446
447
448
449
450
451
452
453
454
455
456
457
458
459
460
461
462
463
464
465
466
467
468
469
470
471
472
473
474
475
476
477
478
479
480
481
482
483
484
485
486
487
488
489
490
491
492
493
494
495
496
497
498
499
500
501
502
503
504
505
506
507
508
509
510
511
512
513
514
515
516
517
518
519
520
521
522
523
524
525
526
527
528
529
530
531
532
533
534
535
536
/////////////////////////////////////////////////////////
#include <mega16.h>
#include <delay.h>
#include <stdio.h>
#define ARUS     3
#define TEGANGAN 4
#define LED     PORTA.2
//#define out_LED DDRA.2
#define OK     PINA.3
#define CANCEL PINA.4
#define UP     PINA.5
#define DOWN   PINA.6
// Alphanumeric LCD Module functions
#asm
.equ __lcd_port=0x15 ;PORTC
#endasm
#include <lcd.h>
#define ADC_VREF_TYPE 0x40
// Read the AD conversion result
unsigned int read_adc(unsigned char adc_input)
{
ADMUX=adc_input | (ADC_VREF_TYPE & 0xff);
// Delay needed for the stabilization of the ADC input voltage
delay_us(10);
// Start the AD conversion
ADCSRA|=0x40;
// Wait for the AD conversion to complete
while ((ADCSRA & 0x10)==0);
ADCSRA|=0x10;
return ADCW;
}
eeprom float e_tegangan_set=0.0;
eeprom float e_arus_maks_set=10.0;
eeprom float e_arus_set=10.0;
unsigned char buff[16];
unsigned int adc_teg,adc_arus;
unsigned long a,desimalx;
float tegangan_out, arus_out, tegangan_set, arus_set, arus_maks_set, tegangan_maks_set;
bit tanda_save=1, tanda_pindah=0, ready=0;
unsigned char kursor_0, kursor_1, kursor_1_1, kursor_1_2;
void running_DAC();
void Desimal_ke_biner(unsigned long desimal);
void baca_tegangan_dan_arus();
void set_awal(unsigned char set, float set_point);
void regulasi_tegangan(float set_point, float arus_maks);
void regulasi_arus(float set_point);
void display();
void set_sumber(unsigned char sumber);
void pilih_menu();
typedef unsigned char byte;
/* table for the user defined character
arrow that points to the top right corner */
flash byte char0[8]={
0b1000000,
0b1110000,
0b1111100,
0b1111111,
0b1111111,
0b1111100,
0b1110000,
0b1000000};
/* function used to define user characters */
void define_char(byte flash *pc,byte char_code)
{
byte i,a;
a=(char_code<<3) | 0x40;
for (i=0; i<8; i++) lcd_write_byte(a++,*pc++);
}
void main(void)
{
PORTA=0xFC;
DDRA=0x04;
PORTB=0x00;
DDRB=0xFF;
PORTC=0x00;
DDRC=0x00;
PORTD=0x00;
DDRD=0xFF;
TCCR0=0x00;
TCNT0=0x00;
OCR0=0x00;
TCCR1A=0x00;
TCCR1B=0x00;
TCNT1H=0x00;
TCNT1L=0x00;
ICR1H=0x00;
ICR1L=0x00;
OCR1AH=0x00;
OCR1AL=0x00;
OCR1BH=0x00;
OCR1BL=0x00;
ASSR=0x00;
TCCR2=0x00;
TCNT2=0x00;
OCR2=0x00;
MCUCR=0x00;
MCUCSR=0x00;
// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization
TIMSK=0x00;
// Analog Comparator initialization
// Analog Comparator: Off
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off
ACSR=0x80;
SFIOR=0x00;
ADMUX=ADC_VREF_TYPE & 0xff;
ADCSRA=0x84;
//out_LED=1; LED=1;
Desimal_ke_biner(0);
lcd_init(16);
define_char(char0,0);
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("    CATU DAYA");
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putsf("     DIGITAL");
delay_ms(2000);
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf(" by Fithro L.A.");
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putsf("    = WEIP =");
delay_ms(1000);
//running_DAC();
tegangan_set=e_tegangan_set;
if (!(tegangan_set>=0 && tegangan_set<=30)) tegangan_set=0;
arus_maks_set=e_arus_maks_set;
if (!(arus_maks_set>=0 && arus_maks_set<=2000)) arus_maks_set=0;
arus_set=e_arus_set;
if (!(arus_set>=0 && arus_set<=2000)) arus_set=0;
//tegangan_set=5;
//arus_maks_set=500;
//arus_set=100;
tegangan_maks_set=30.0;
pilih_menu();
//set_sumber(TEGANGAN);
while (1)
{
//Desimal_ke_biner(800/(5000/(65535.0)));
//regulasi_tegangan(tegangan_set,arus_maks_set);
//regulasi_arus(arus_set);
};
}
void Desimal_ke_biner(unsigned long desimal)
{unsigned char b, bin[16];
for (b=0; b<16; b++)
{
bin[b]=desimal%2;
desimal=desimal/2;
}
PORTB.0=bin[0]; PORTB.1=bin[1]; PORTB.2=bin[2]; PORTB.3=bin[3]; PORTB.4=bin[4]; PORTB.5=bin[5]; PORTB.6=bin[6]; PORTB.7=bin[7];
PORTD.0=bin[8]; PORTD.1=bin[9]; PORTD.2=bin[10]; PORTD.3=bin[11]; PORTD.4=bin[12]; PORTD.5=bin[13]; PORTD.6=bin[14]; PORTD.7=bin[15];
}
void baca_tegangan_dan_arus()
{
adc_teg=read_adc(0);
adc_arus=read_adc(1);
tegangan_out=( (float)(adc_teg*0.0048828125)-(float)(adc_arus*0.0048828125))*8.107200201; // Vout - V-R-shunt (mili Volt)
arus_out    =(float)(adc_arus*20.623416649560779960854973335935*1.05); //(5000/1024)/0.2367606; // V-R-shunt/R-shunt (mili Amper)
}
void set_awal(unsigned char set, float set_point)
{
if (set==TEGANGAN)
{
desimalx=(long)(set_point*1000.0)/0.453402507;
Desimal_ke_biner(desimalx);
}
else if (set==ARUS)
{
desimalx=0;
Desimal_ke_biner(desimalx);
}
}
void regulasi_tegangan(float set_point, float arus_maks)
{
baca_tegangan_dan_arus();
if ( (tegangan_out<(set_point-0.02))||(tegangan_out>(set_point+0.02)) )
{LED=1;
while (tegangan_out<set_point-0.005)
{
desimalx=desimalx+1;
if (desimalx>=62913) desimalx=62913;
Desimal_ke_biner(desimalx);
delay_ms(1);
baca_tegangan_dan_arus();
}
while (tegangan_out>set_point+0.005)
{
desimalx=desimalx-1;
if (desimalx<1000) desimalx=1000;   //10485
Desimal_ke_biner(desimalx);
delay_ms(1);
baca_tegangan_dan_arus();
}
}
if (arus_out>arus_maks) { lcd_gotoxy(8,1); lcd_putsf("^"); }
else                    { lcd_gotoxy(8,1); lcd_putsf(" "); }
if ( (tegangan_out>=(set_point-50.0))||(tegangan_out<=(set_point+50.0)) ) { LED=0; display();}
}
void regulasi_arus(float set_point)
{
baca_tegangan_dan_arus();
if ( (arus_out<(set_point-5.0))||(arus_out>(set_point+5.0)) )
{LED=1;
while (arus_out<set_point-1.0)
{
desimalx=desimalx+1;
if (desimalx>=62913) desimalx=62913;
Desimal_ke_biner(desimalx);
delay_ms(1);
baca_tegangan_dan_arus();
}
while (arus_out>set_point+1.0)
{
desimalx=desimalx-1;
if (desimalx<1000) desimalx=1000;
Desimal_ke_biner(desimalx);
delay_ms(1);
baca_tegangan_dan_arus();
}
}
//if (tegangan_out>tegangan_maks_set) { lcd_gotoxy(8,0); lcd_putsf("^"); }
//else                                { lcd_gotoxy(8,0); lcd_putsf(" "); }
if ( (arus_out>=(set_point-50.0))||(arus_out<=(set_point+50.0)) ) { LED=0; display();}
}
void running_DAC()
{
for (a=0; a<=65535; a++)
{
Desimal_ke_biner(a);
//delay_ms(1);
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"*%ld   ",a);
lcd_puts(buff);
}
}
void display()
{
lcd_gotoxy(10,0);
sprintf(buff,"%0.2f ",tegangan_out);
lcd_puts(buff);
lcd_gotoxy(10,1);
sprintf(buff,"%0.2fA",arus_out/1000.0);
lcd_puts(buff);
lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf("[");  lcd_gotoxy(6,0); lcd_putsf("]");
lcd_gotoxy(9,0); lcd_putsf("[");  lcd_gotoxy(15,0); lcd_putsf("]");
lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf("[");  lcd_gotoxy(6,1); lcd_putsf("]");
lcd_gotoxy(9,1); lcd_putsf("[");  lcd_gotoxy(15,1); lcd_putsf("]");
}
void set_sumber(unsigned char sumber)
{
lcd_clear();
if (sumber==TEGANGAN)
{
lcd_gotoxy(1,0);
sprintf(buff,"%0.2f ",tegangan_set);
lcd_puts(buff);
lcd_gotoxy(1,1);
sprintf(buff,"%0.2fA",arus_maks_set/1000.0);
lcd_puts(buff);
set_awal(TEGANGAN, tegangan_set);
}
if (sumber==ARUS)
{
lcd_gotoxy(1,0);
sprintf(buff,"%0.2f ",tegangan_maks_set);
lcd_puts(buff);
lcd_gotoxy(1,1);
sprintf(buff,"%0.2fA",arus_set/1000.0);
lcd_puts(buff);
set_awal(ARUS, tegangan_set);
}
lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf("[");  lcd_gotoxy(6,0); lcd_putsf("]");
lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf("[");  lcd_gotoxy(6,1); lcd_putsf("]");
}
void pilih_menu()
{ kursor_0=1;
lcd_clear();
////////////////////////// MENU 0 /////////////////
menu_0:
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("Sumber:");
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putsf("[START]");
lcd_gotoxy(9,0);
lcd_putsf("TGANGAN");
lcd_gotoxy(9,1);
lcd_putsf("ARUS");
switch (kursor_0)
{
case 1:
lcd_gotoxy(8,0);
lcd_putchar(0);
lcd_gotoxy(8,1);
lcd_putchar(' ');
break;
case 2:
lcd_gotoxy(8,1);
lcd_putchar(0);
lcd_gotoxy(8,0);
lcd_putchar(' ');
break;
}
if (!OK)
{ delay_ms(200);
if (kursor_0==1) {set_sumber(TEGANGAN);  goto start1;}
if (kursor_0==2) {set_sumber(ARUS);  goto start2;}
//goto start;
}
if (!UP)
{ delay_ms(200);
if      (kursor_0==1) kursor_0=2;
else if (kursor_0==2) kursor_0=1;
}
if (!DOWN)
{ delay_ms(200);
if      (kursor_0==1) kursor_0=2;
else if (kursor_0==2) kursor_0=1;
}
if (CANCEL) ready=1;
if (!CANCEL && ready==1)
{ready=0;
delay_ms(200);
lcd_clear();
kursor_1=1;
goto menu_1;
}
goto menu_0;
////////////// MENU 1 /////////////////////
menu_1:
lcd_gotoxy(1,0);
lcd_putsf("Sumber Teg.");
lcd_gotoxy(1,1);
lcd_putsf("Sumber Arus");
switch (kursor_1)
{
case 1:
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putchar(0);
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putchar(' ');
break;
case 2:
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putchar(0);
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putchar(' ');
break;
}
if (!OK)
{ delay_ms(200);
lcd_clear();
tanda_save=1; tanda_pindah=0;
if      (kursor_1==1) {kursor_1_1=1; goto menu_1_1;}
else if (kursor_1==2) {kursor_1_2=1; goto menu_1_2;}
}
if (!UP)
{ delay_ms(200);
if      (kursor_1==1)  kursor_1=2;
else if (kursor_1==2) kursor_1=1;
}
if (!DOWN)
{ delay_ms(200);
if      (kursor_1==1) kursor_1=2;
else if (kursor_1==2) kursor_1=1;
}
if (CANCEL) ready=1;
if (!CANCEL && ready==1) {delay_ms(200); lcd_clear(); ready=0; goto menu_0;}
goto menu_1;
////////////// MENU 1 - 1///////////////////// sumber tegangan
menu_1_1:
lcd_gotoxy(0,0);  lcd_putsf("Volt(V)");
lcd_gotoxy(8,0); lcd_putsf("Imax(mA)");
lcd_gotoxy(1,1);  sprintf(buff,"%0.2f ",tegangan_set);  lcd_puts(buff);
lcd_gotoxy(9,1); sprintf(buff,"%0.2f ",arus_maks_set); lcd_puts(buff);
switch (kursor_1_1)
{
case 1:
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putchar(0);
lcd_gotoxy(8,1);
lcd_putchar(' ');
break;
case 2:
lcd_gotoxy(8,1);
lcd_putchar(0);
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putchar(' ');
break;
}
if (!OK)
{ delay_ms(200);
if      (tanda_save==0)
{tanda_save=1;
tanda_pindah=1;
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);  lcd_putsf(" Geser...");
delay_ms(500);
lcd_clear();
}
else if (tanda_save==1)
{ tanda_pindah=0;
tanda_save=0;
if (kursor_1_1==1)
{
e_tegangan_set=tegangan_set;
}
else if (kursor_1_1==2)
{
e_arus_maks_set=arus_maks_set;
}
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);  lcd_putsf(" menyimpan..");
delay_ms(500);
lcd_clear();
}
}
if (!UP)
{
if (tanda_pindah==1)
{ delay_ms(200);
if      (kursor_1_1==1)  kursor_1_1=2;
else if (kursor_1_1==2) kursor_1_1=1;
}
else if (tanda_pindah==0)
{delay_ms(100);
if      (kursor_1_1==1)
{ tegangan_set=tegangan_set+0.05;
if (tegangan_set>30) tegangan_set=0;
}
else if (kursor_1_1==2)
{ arus_maks_set=arus_maks_set+5.0;
if (arus_maks_set>2000) arus_maks_set=0;
}
}
}
if (!DOWN)
{
if (tanda_pindah==1)
{ delay_ms(200);
if      (kursor_1_1==1)  kursor_1_1=2;
else if (kursor_1_1==2) kursor_1_1=1;
}
else if (tanda_pindah==0)
{delay_ms(100);
if      (kursor_1_1==1)
{ tegangan_set=tegangan_set-0.05;
if (tegangan_set<0) tegangan_set=30;
}
else if (kursor_1_1==2)
{ arus_maks_set=arus_maks_set-5.0;
if (arus_maks_set<0) arus_maks_set=2000;
}
}
}
if (CANCEL) ready=1;
if (!CANCEL && ready==1) {delay_ms(200); lcd_clear(); ready=0; goto menu_1;}
goto menu_1_1;
////////////// MENU 1 - 2/////////////////////  sumber arus
menu_1_2:
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("Set Arus");
lcd_gotoxy(1,1);  sprintf(buff,"%0.2f mA",arus_set);  lcd_puts(buff);
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_putchar(0);
if (!OK)
{ delay_ms(100);
e_arus_set=arus_set;
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);  lcd_putsf(" menyimpan..");
delay_ms(500);
lcd_clear();
}
if (!UP)
{ delay_ms(100);
arus_set=arus_set+10.0;
if (arus_set>1000.0) arus_set=0.0;
}
if (!DOWN)
{ delay_ms(100);
arus_set=arus_set-10.0;
if (arus_set<0.0) arus_set=1000.0;
}
if (CANCEL) ready=1;
if (!CANCEL && ready==1) {delay_ms(200); lcd_clear(); ready=0; goto menu_1;}
goto menu_1_2;
start1:
delay_ms(200);
while (1)
{regulasi_tegangan(tegangan_set,arus_maks_set);
}
start2:
delay_ms(200);
while (1)
{regulasi_arus(arus_set);
}
}

referensi : http://kurangsangu.wordpress.com/2012/04/05/catu-daya-digital-terkontrol-mikro-atmega16/

About Herdiaman Saragih

I Am a Global Product

Posted on 27 April 2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: